Determinasi dan Emosi

Sunday, December 6, 2009 ·
DUEL udara, kecepatan, agresivitas, dan insting gol. Empat karakter tersebut begitu dominan dalam setiap aksi Nova Arianto. Sebagai stopper, karakter tersebut juga sudah cukup menjawab mengapa pria pelontos 31 tahun itu begitu diandalkan sebagai stopper di sisi kanan pertahanan Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia.

Ketangguhan Nova dalam duel udara tidak hanya berguna untuk menghentikan serangan lawan, tetapi juga bermanfaat untuk mendulang gol dalam situasi bola-bola mati. Dua gol yang dia cetak bagi Persib musim lalu adalah pembuktian Nova akan produktivitas seorang bek.

Musim ini, keran gol Nova kembali mengucur. Namun, kali ini bukan kepala pelontosnya yang menjadi senjata penjebol gawang lawan. Nova mencetak gol perdananya musim ini dengan tembakan kaki kanan ke gawang Persela Lamongan. Gol yang ikut berkontribusi pada kemenangan 2-0 "Pangeran Biru" atas "Laskar Jaka Tingkir" di Stadion Si Jalak Harupat, Kab. Bandung, Minggu (6/12).

Nova boleh bangga dengan gol itu karena untuk sementara dia bahkan mengalahkan striker tenar sekelas "El Loco" dan Budi Sudarsono yang belum juga menyumbangkan gol bagi Persib.

"Biasanya saya memang mencetak gol dengan sundulan. Akan tetapi, tadi ketika ada di mulut gawang, saya memang sudah punya feeling bahwa saya harus menendang bola. Saya tendang saja bola dari Gonzales tanpa pikir panjang. Saya senang gol itu bisa membantu kemenangan tim," kata Nova.

Gawang Persela sepertinya memang bersahabat dengan Nova. Buktinya, musim lalu, Nova pun mencetak gol perdananya ke gawang tim Jawa Timur itu. Meskipun menjadi bek Persib yang rajin menyumbangkan gol musim ini, Nova tetap merasa harus membenahi satu aspek yang selama ini menjadi kelemahannya, yaitu emosi.

Emosi mantan bek Persebaya Surabaya ini memang gampang terpancing. Tidak jarang, akibat ulahnya itu dia menerima kartu kuning. Pada pertandingan semalam, Nova pun sempat terlibat dalam keributan yang dipicu oleh pelanggaran keras Tommy Rifka kepada Eka Ramdani. Beruntung, insiden itu tidak berbuntut kartu kuning.

"Saya memang emosional, apalagi jika melihat pemain yang melakukan pelanggaran kasar dan mencederai pemain lain, itu bisa membunuh karier seorang pemain. Pada pertandingan tadi saya sempat lepas kontrol hanya untuk memperingatkan agar pemain itu tidak melakukan pelanggaran kasar. Saya juga sadar harus bisa mengendalikan sisi emosional," kata Nova.

Kekurangan Nova dalam pengendalian emosi juga menjadi perhatian Jaya Hartono, Pelatih Persib. Menurut dia, aksi emosional Nova berpotensi menimbulkan kartu kuning yang bisa mengancamnya absen pada pertandingan berikutnya, seperti yang pernah terjadi pada musim lalu. Kondisi tersebut jelas bisa sangat merugikan karena tenaga Nova amat dibutuhkan di lini pertahanan Persib. "Saya akan melakukan pendekatan khusus kepada Nova agar dia bisa mengendalikan emosinya. Bagaimanapun, kehadiran dia sangat dibutuhkan tim. Kalau sampai absen karena hal-hal seperti itu jelas sangat merugikan tim," kata Jaya.

Source: http://www.pikiran-rakyat.com
| More

0 comments:

Post a Comment

Persib on The Air

Balad Persib
Bandung TV
Selasa, 20.30-21.30

Piriwit Biru
STV
Selasa, 21.00-22.00

Persib Aing
STV
Jumat, 21.00-22.00

Persib On
Bandung TV
Jumat, 19.00-20.00

Deu Bobotoh Persib
PJTV
Senin, 20.00-21.00

Skuad Biru
IMTV
Senin, 21.30-22.00

Persib Berbisik
Paramuda 93.7FM Bdg
Rabu, 19.00-21.00

Cinta Persib Bandung
MD Radio Bdg Barat 98,6 FM
Sabtu, 09.30-12.00

Go Persib Go
Zona FM Subang 102.1 FM
Senin , Selasa,Sabtu, 21.00-24.00

Persib Plus
Venus FM Subang 104,9 FM
Kamis, 20.00-22.00
 

SKY DASHBOARD | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By BLOGGER DASHBOARD