"Sudah tiga kali kita kecewa dengan kepemimpinan Setiyono. Terakhir ketika dia memimpin pertandingan Persib melawan Persipura di Makassar, kemarin (29 November, red). Semua orang yang menonton televisi tahu, harusnya kita dapat penalti karena pelanggaran terhadap Hilton di dalam kotak penalti. Karena itu, ke depan kita akan menolak jika pertandingan Persib, baik kandang maupun tandang, dipimpin Setiyono," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar di sela-sela sesi latihan sore Persib di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Jumat (4/12).
Menurut Umuh, penolakan Persib terhadap Setiyono merupakan akumulasi kekecewaan terhadap wasit tersebut. "Kalau dipimpin wasit lain, siapa pun dia, kita siap. Karena saya nilai wasit lain sudah bagus. Kalau Setiyono, kita pasti akan menolak," tegas Umuh.
Umuh mengatakan, pada musim lalu, Setiyono jugalah yang memimpin pertandingan krusial antara Persib melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya Lamongan yang berbuntut aksi sepak bola unjuk rasa Eka Ramdani dan kawan-kawan di lapangan. Dalam pertandingan itu, Persib kalah 1-4 dan memastikannya gagal bersaing dengan Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena dalam perburuan gelar juara dan runner-up LSI 2008/2009.
Sudah keterlaluan
Umuh mengatakan, ia terpaksa akan melayangkan surat protes secara resmi kepada PT LI karena Setiyono dinilainya sudah sangat berlebihan dalam merugikan Persib. Karena itu, Umuh mengaku sangat terluka oleh ulah Setiyono.
"Ketika kita kalah dari Persiba dan PSM, saya akui secara jujur, wasit bagus. Waktu itu, kita kalah bukan lantaran wasit, tapi karena tim lawan memang lebih bagus dan beruntung. Di media, saya juga selalu katakan, wasit LSI sekarang sudah bagus. Tapi, melihat kepemimpinan Setiyono di Makassar, saya kira itu sudah sangat keterlaluan. Karena itu, saya akan kirimkan surat protes ini," kata Umuh.
Source: http://www.klik-galamedia.com

Post a Comment