Persib Bandung mulai merangkak menapaki papan atas Liga Super Indonesia setelah mengempaskan Persebaya Surabaya 4-2 (2-1), dalam laga klasik di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/1).
Tambahan poin sempurna itu membuat Persib naik empat tingkat ke posisi keempat klasemen dengan nilai 24 dari 16 pertandingan. "Maung Bandung" hanya kalah selisih gol dari peringkat ketiga, Persiwa Wamena yang baru melakoni 15 laga dan terpaut sembilan angka dari pimpinan klasemen, Arema Indonesia. Sementara itu, kekalahan membuat Persebaya tertahan di peringkat kesembilan, terpaut dua angka dari Persib.
Sekitar 40.000 penonton yang memadati Stadion Si Jalak Harupat, seakan menjadi saksi pembuktian seorang Cristian Gonzales. Striker asal Cile itu mencetak dua gol masing-masing menit ke-13 dan 55, untuk menambah koleksinya bagi Persib menjelang akhir putaran pertama menjadi empat gol.
Nova Arianto melakoni laga nostalgia dengan menyumbangkan satu gol menit ke-37 atas mantan klubnya itu. Namun, palang pintu Timnas Indonesia itu tidak merayakannya dengan ngesot untuk menghormati tim yang pernah membesarkannya. Hilton melengkapi pesta "Maung Bandung" melalui sontekannya beberapa menit menjelang laga usai.
Persebaya sempat memberikan tekanan, ketika tendangan Taufiq bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-32. Satu gol lainnya dicetak lewat sundulan Andi Odang menit ke-71.
Dengan kemenangan itu, Persib kembali meneruskan kesuksesan mereka di kandang, setelah pada laga kandang terakhirnya hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persija. Kemenangan itu sekaligus menghentikan hasil tak terkalahkan "Bajul Ijo" dalam empat pertandingan terakhirnya.
Pelatih Persib Jaya Hartono menuturkan, dirinya sudah menginstruksikan agar para pemain tampil cepat dan tidak memberikan kesempatan Persebaya mengembangkan permainan sejak awal. Apalagi, lawannya itu tengah mengalami kelelahan fisik akibat jadwal pertandingan yang padat.
"Saya menilai keberhasilan ini tak lepas dari peran lini tengah dan depan Persib yang tampil bagus. Mereka terus menekan Persebaya yang mencoba bermain keras. Hasil ini tentu sangat bagus dan menambah kepercayaan diri menghadapi laga terakhir putaran pertama melawan Persik Kediri," ucap Jaya.
Walaupun begitu, Jaya tak menampik masih banyak yang harus diperbaiki terutama lini belakang Persib. Dua gol yang terjadi tak lepas dari kelengahan para pemain melakukan penjagaan dan ragu dalam mengambil keputusan. Hal itu tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
"Penampilan lini belakang malam ini masih goyah. Mereka sering ragu-ragu ketika akan naik membantu serangan. Padahal, seharusnya mereka ikut saja karena masih ada pemain di belakang. Akibatnya, keraguan itu harus dibayar mahal dengan dua gol," kata Jaya.
Sementara itu, Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku puas dengan hasil yang diraih pasukan "Maung Bandung". "Kalau Persib terus bermain seperti ini dengan variasi serangan yang bagus, seharusnya kami tak kalah saat melawan Persisam. Semoga, penampilan ini bisa terus dipertahankan saat melawan Persik nanti, bahkan lebih bagus," kata Umuh.
Dari kubu Persebaya, Pelatih Danurwindo mengakui, penampilan Persib lebih bagus dibandingkan dengan timnya. Selain itu, kekalahan timnya menurut dia tak lepas dari faktor kelelahan anak asuhannya akibat ketatnya jadwal. Hal itu sangat terlihat pada babak kedua terutama di lini pertahanan.
"Pertandingan yang bagus. Kami sudah bermain maksimal dan terbuka. Yang pasti kami akan melakukan evaluasi dari hasil ini dan terus mempertajam lini depan," ujarnya.
Mendominasi
Pada laga klasik itu, Persib tampil mendominasi. Jenderal lini tengah Persib Eka Ramdani tampil taktis mengomandani Suchao Nuchnum, Atep, Gilang Angga, dan Hariono yang juga tampil impresif dalam laga tersebut.
Setelah beberapa peluang tercipta, Gonzalez memecah kebuntuan pada menit ke-13. Gol tersebut tak lepas dari kontribusi Suchao yang dengan kecerdikannya memberikan umpan terobosan kepada Gonzalez untuk kemudian menaklukkan kiper Persebaya, Syaifudin, lewat tendangan kaki kirinya.
Namun, pada menit ke-32 Persebaya sempat membungkam sekitar 30.000 bobotoh yang memadati Si Jalak Harupat melalui gol Taufiq. Gol itu berbau keberuntungan karena Taufiq sebetulnya akan mengirimkan umpan ke kotak penalti, tetapi bola membentur punggung Maman Suryaman dan mengecoh kiper Kosin.
Hasil itu hanya bertahan lima menit setelah Nova kembali membawa Persib unggul. Gol itu berawal dari kemelut di depan gawang Syaifudin. Bola dihalau oleh Anderson da Silva, tetapi mengarah kepada Suchao yang langsung melepaskan tembakan kaki kanan. Namun, arahnya melenceng dan mengarah ke Nova yang meneruskannya dengan kaki kanan ke gawang Persebaya.
Persib menambah keunggulannya sepuluh menit setelah turun minum. Hilton melakukan kerja sama apik dengan Eka yang kemudian memberikan umpan lambung kepada Gonzales yang bebas berdiri di kotak penalti. Pemain asal Cile itu memperdaya kiper Persebaya dengan melepaskan tendangan kaki kiri yang melewati kepala Syaifudin.
Setelah keunggulan itu, para pemain Persib mulai lengah. Hal itu harus dibayar mahal saat Andy Odang dengan sempurna menanduk bola tendangan sudut Mat Halil.
Persib memastikan kemenangan tiga menit menjelang pertandingan usai, setelah Gilang Angga yang bebas bergerak di sayap kanan melepaskan umpan datar yang langsung disambut sontekan Hilton untuk kembali menembus gawang Persebaya.
Source: PR
Tambahan poin sempurna itu membuat Persib naik empat tingkat ke posisi keempat klasemen dengan nilai 24 dari 16 pertandingan. "Maung Bandung" hanya kalah selisih gol dari peringkat ketiga, Persiwa Wamena yang baru melakoni 15 laga dan terpaut sembilan angka dari pimpinan klasemen, Arema Indonesia. Sementara itu, kekalahan membuat Persebaya tertahan di peringkat kesembilan, terpaut dua angka dari Persib.
Sekitar 40.000 penonton yang memadati Stadion Si Jalak Harupat, seakan menjadi saksi pembuktian seorang Cristian Gonzales. Striker asal Cile itu mencetak dua gol masing-masing menit ke-13 dan 55, untuk menambah koleksinya bagi Persib menjelang akhir putaran pertama menjadi empat gol.
Nova Arianto melakoni laga nostalgia dengan menyumbangkan satu gol menit ke-37 atas mantan klubnya itu. Namun, palang pintu Timnas Indonesia itu tidak merayakannya dengan ngesot untuk menghormati tim yang pernah membesarkannya. Hilton melengkapi pesta "Maung Bandung" melalui sontekannya beberapa menit menjelang laga usai.
Persebaya sempat memberikan tekanan, ketika tendangan Taufiq bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-32. Satu gol lainnya dicetak lewat sundulan Andi Odang menit ke-71.
Dengan kemenangan itu, Persib kembali meneruskan kesuksesan mereka di kandang, setelah pada laga kandang terakhirnya hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persija. Kemenangan itu sekaligus menghentikan hasil tak terkalahkan "Bajul Ijo" dalam empat pertandingan terakhirnya.
Pelatih Persib Jaya Hartono menuturkan, dirinya sudah menginstruksikan agar para pemain tampil cepat dan tidak memberikan kesempatan Persebaya mengembangkan permainan sejak awal. Apalagi, lawannya itu tengah mengalami kelelahan fisik akibat jadwal pertandingan yang padat.
"Saya menilai keberhasilan ini tak lepas dari peran lini tengah dan depan Persib yang tampil bagus. Mereka terus menekan Persebaya yang mencoba bermain keras. Hasil ini tentu sangat bagus dan menambah kepercayaan diri menghadapi laga terakhir putaran pertama melawan Persik Kediri," ucap Jaya.
Walaupun begitu, Jaya tak menampik masih banyak yang harus diperbaiki terutama lini belakang Persib. Dua gol yang terjadi tak lepas dari kelengahan para pemain melakukan penjagaan dan ragu dalam mengambil keputusan. Hal itu tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
"Penampilan lini belakang malam ini masih goyah. Mereka sering ragu-ragu ketika akan naik membantu serangan. Padahal, seharusnya mereka ikut saja karena masih ada pemain di belakang. Akibatnya, keraguan itu harus dibayar mahal dengan dua gol," kata Jaya.
Sementara itu, Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku puas dengan hasil yang diraih pasukan "Maung Bandung". "Kalau Persib terus bermain seperti ini dengan variasi serangan yang bagus, seharusnya kami tak kalah saat melawan Persisam. Semoga, penampilan ini bisa terus dipertahankan saat melawan Persik nanti, bahkan lebih bagus," kata Umuh.
Dari kubu Persebaya, Pelatih Danurwindo mengakui, penampilan Persib lebih bagus dibandingkan dengan timnya. Selain itu, kekalahan timnya menurut dia tak lepas dari faktor kelelahan anak asuhannya akibat ketatnya jadwal. Hal itu sangat terlihat pada babak kedua terutama di lini pertahanan.
"Pertandingan yang bagus. Kami sudah bermain maksimal dan terbuka. Yang pasti kami akan melakukan evaluasi dari hasil ini dan terus mempertajam lini depan," ujarnya.
Mendominasi
Pada laga klasik itu, Persib tampil mendominasi. Jenderal lini tengah Persib Eka Ramdani tampil taktis mengomandani Suchao Nuchnum, Atep, Gilang Angga, dan Hariono yang juga tampil impresif dalam laga tersebut.
Setelah beberapa peluang tercipta, Gonzalez memecah kebuntuan pada menit ke-13. Gol tersebut tak lepas dari kontribusi Suchao yang dengan kecerdikannya memberikan umpan terobosan kepada Gonzalez untuk kemudian menaklukkan kiper Persebaya, Syaifudin, lewat tendangan kaki kirinya.
Namun, pada menit ke-32 Persebaya sempat membungkam sekitar 30.000 bobotoh yang memadati Si Jalak Harupat melalui gol Taufiq. Gol itu berbau keberuntungan karena Taufiq sebetulnya akan mengirimkan umpan ke kotak penalti, tetapi bola membentur punggung Maman Suryaman dan mengecoh kiper Kosin.
Hasil itu hanya bertahan lima menit setelah Nova kembali membawa Persib unggul. Gol itu berawal dari kemelut di depan gawang Syaifudin. Bola dihalau oleh Anderson da Silva, tetapi mengarah kepada Suchao yang langsung melepaskan tembakan kaki kanan. Namun, arahnya melenceng dan mengarah ke Nova yang meneruskannya dengan kaki kanan ke gawang Persebaya.
Persib menambah keunggulannya sepuluh menit setelah turun minum. Hilton melakukan kerja sama apik dengan Eka yang kemudian memberikan umpan lambung kepada Gonzales yang bebas berdiri di kotak penalti. Pemain asal Cile itu memperdaya kiper Persebaya dengan melepaskan tendangan kaki kiri yang melewati kepala Syaifudin.
Setelah keunggulan itu, para pemain Persib mulai lengah. Hal itu harus dibayar mahal saat Andy Odang dengan sempurna menanduk bola tendangan sudut Mat Halil.
Persib memastikan kemenangan tiga menit menjelang pertandingan usai, setelah Gilang Angga yang bebas bergerak di sayap kanan melepaskan umpan datar yang langsung disambut sontekan Hilton untuk kembali menembus gawang Persebaya.
Source: PR

Post a Comment